4 Cara Memilih Daging Sapi yang Baik

4 Cara Memilih Daging Sapi yang Baik

  1. Tentukan Jenis Masakan dan Bagian Sapi yang Akan Diolah
    Setiap potongan daging sapi memiliki tekstur yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tentukan terlebih dahulu jenis masakan apa yang akan Ibu buat agar bisa disesuaikan dengan bagian daging sapi yang sebaiknya dibeli. Misalnya, kalau mau masak sup, semur, atau daging panggang, Ibu bisa beli bagian iga sapi. Kalau mau bikin sate atau steak, sebaiknya pilih bagian has dalam yang punya tekstur sangat lembut dan cepat matang. Nah, gimana dengan rendang? Ibu bisa pilih daging sapi bagian sengkel yang punya tekstur kenyal, sehingga cocok untuk dimasak lama pakai api kecil.
  2. Perhatikan Warna Daging
    Cara memilih daging sapi yang baik lainnya adalah perhatikan warna daging saat akan membeli. Perlu Ibu ketahui bahwa warna merah ceri menandakan kalau daging sapi masih segar dan baru dipotong. Ketika daging sapi sudah terpapar oksigen, warnanya juga akan ikut berubah menjadi merah keunguan. Meski begitu, warna merah ceri dan merah keunguan masih tergolong baik. Warna daging yang perlu dihindari adalah kecoklatan, karena kemungkinan sudah nggak segar.
  3. Cek Tekstur Daging Sapi
    Daging sapi yang berkualitas baik memiliki tekstur kenyal namun padat. Cara ceknya mudah, Ibu bisa menekan dengan lembut permukaan daging. Kalau saat ditekan langsung cepat kembali ke tekstur awal, tandanya daging sapi tersebut kualitasnya bagus. Begitupun sebaliknya, kalau ditekan dan nggak kembali ke bentuk awal, artinya daging sapi tersebut memiliki tekstur lunak karena sudah lama berada di ruang terbuka, sehingga kualitasnya menurun.
  4. Cium Aroma Daging Sapi
    Cara memilih daging sapi yang baik selanjutnya adalah mencium aromanya. Daging sapi yang masih segar akan mengeluarkan aroma khas, tapi nggak menyengat. Biasanya aroma ini dapat hilang dengan jeruk nipis, jahe, dan bumbu aromatik lainnya. Nah, kalau daging mengeluarkan bau amis atau anyir yang sangat tajam, tandanya daging tersebut berkualitas rendah. Bau amis dan anyir pun akan sulit hilang meski menggunakan bumbu aromatik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *